Kacaunya Jam Tidur (Based on True Story)

1397870431_c804ae31d1_b

Jam di layar handphone gue sudah menunjukkan nyaris pukul tiga pagi. Oh no, bukan. Malah sekarang sudah menjelang jam empat pagi.  Itu artinya hanya dalam waktu satu jam lagi (bahkan kurang) adzan shubuh bakal kedengeran dimana-mana.

Ini melelahkan, sumpah.

Yah, ini yang melelahkan. Punya pola tidur yang sangat kacaunya (gue pribadi) dengan jam yang sangat berantakan.

Gue adalah seorang mahasiswa tingkat akhir, tinggal di kost-kostan sekitar Jakarta Pusat. dan (belum) bekerja tetap seperti para teman-teman gue pada umumnya. Itu artinya dari segi waktu gue punya waktu lebih leluasa dibandingkan teman-teman gue. Yang tidak perlu harus banguin di jam setengah 6 pagi, jam setengah 7 berangkat dari rumah (kalau rumahnya deket) dan setengah 8 sudah duduk manis di meja kantor. Bukan, gue sangat tidak seperti itu

Lanjut lagi ngomongin masalah tidur. Sudah hampir dua tahun ini gue punya pola tidur yang aneh. Tapi gue rasa ini bukan insomnia deh.  Yap, ini memang gue rasakan benar sejak kepindahan gue ke Jakarta.

Di pagi hari nanti nih, (sudah hapal benar rasanya) gue akan merasa sempoyongan, kurang bergairah, dan  cenderung malas-malasan karena gue merasa gue sangat kurang istirahat. Kebalikannya, di lama hari seperti sekarang-sekarang ini. Untuk tinggal meremin mata aja gue gak bisa. Udah hampir 3 jam yang lalu gue mencoba tidur di atas kasur, dengan posisi yang gue atur sestrategis mungkin, lampu kamar udah mati  dan masih aja, gue gagal. sampai akhirnya gue membuat tulisan ini. OH SHIT!

Gue bukan seorang gamer sejati, bukan. Gue juga bukan maniak internet malam yang nunggu murah biar bisa pakai kuota gratisan, bukan. Gue juga bukan penggemar sepak bola yang rela begadang demi nonton liga kayak orang-orang,  juga bukan.

Gara-gara pola tidur gue yang berantakan ini, jujur gue akan sangat kesusahan untuk melakukan banyak hal  di pagi hari. Secapek apapun kondisi gue gue akan tetap sulit tidur. Padahal bagusnya, atau mungkin normalnya seperti yang sudah ada. ‘ Tidurlah yang cukup’ itu memang benar-benar di sarankan.  gue pengen banget bisa bangun pagi. Bener.

Gue udah setiap hari setel tiga alarm di handphone gue dengan jam yang berbeda beda dengan range waktu sekitar jam 5-6pagi. Gue juga pernah coba mengkonsumsi obat tidur  karena sangking (desprate-nya) pengen tidur tepat waktunya dan dengan harapan gue bisa bangun pagi untuk melaksanakan ibadah pagi, dan olahraga pagilah minimal.Alarm hanya tinggal alarm, sampai gue bingung apa memang handphone gue rusak atau memang bunyinya gak sampai di kuping gue. Obatnya juga gak ngefek jadi gue berhenti karena takut kenapa-kenapa, jadi gue simpulkan usaha gue buat tidur cepat :  GAGAL !!!

Di luar dari itu semua, sebenarnya gue memang menyukai mengerjakan apapun di malam hari sih. Atau mungkin ini memang akibat dari kebiasaan gue yang tanpa gue sadari perlahan tapi pasti akhirnya merubah gue.

Semenjak tinggal di Jakarta dua tahun yang lalu tepatnya, gue banyak melakukan aktivitas apapun di malam hari. You know lah, Jakarta itu kalau siang panas banget, apalagi gue (dulu) gak tinggal di kosan yang cukup nyaman untuk melakukan banyak aktivitas di siang hari, dan lebih mendukung suasananya untuk tidur ( pembelaan yang harusnya tidak dibenarkan ini yah).

Jadilah gue ngerjain apa-apa malam hari, entah itu belajar, main game, ngerjain deadline, bikin contekan, ngitungin koin sisa belanjaan, nyetrika baju, bersihin kamar mandi atau sekedar nulis-nulis semacam ini. Dengan ide-ide yang macam-macam bermunculan yang gue gak tau asalnya dari mana yang akhirnya gue catetin satu persatu. Pernah juga sangking rajinnya di suatu malam, gue bisa mengerjakan essay berbahasa inggis dalam waktu 3 jam saja. Amazing. Gue tidak menyangka itu adalah gue. hahaha

Gue masih berusaha keras untuk mengatasi masalah gue ini, sebentar lagi menjelang subuh pasti gue akan mengalami ngantuk yang amat sangat, kemudian gue akan tertidur, dan akan terbangun sekitar pukul 9-10 an.Di saat bangun gue akan merasa seperti orang bingung mau ngapa-ngapain. Dan merasa sudah amat sangat kesiangan untuk ngapa ngapain sedangkan orang lain sudah sibuk ngapa-ngapain dan setelah jam 12  siang gue akan mengantuk lagi, dan jam 1 bisa aja gue tertidur hingga jam 6 sore. Luar biasa tidak produktifnya gue. Dan begitu seterusnya, kalau tidak ada agenda yang berarti hari demi hari bakal lewat begitu aja. Oh no ! ini sangat memalukan.

Jam kacau gue ini tidak akan terjadi kalau di hari berikutnya gue ada acara atau agenda yang sifatnya kategori WAJIB dan URGENT harus gue kerjakan. Misalnya, besok pagi ini jam 8 pagi gue harus berada di kampus untuk ketemu dosen. Dengan sangat terpaksa dan harus dipaksakan,  gue tidak akan tidur sekalian untuk tidak kelewatan jam 8 pagi. Baru setelah agenda gue selesai baru gue bisa tidur, dengan santai pastinya.

Pernah suatu hari gue ada presentasi jam 6.30 pagi dan gue harus datang jam setengah 7 pagi. Sangking nervousnya gue malam hari, sampai jam segini pun gue masih gak bisa tidur, dan sampai pagi gue masih terjaga. Selesai acara presentasi, gue tidur sampai magrib. Bravo !

Itulah sedihnya hidup di kosan, tentu saja tidak akan seperti ini apabila gue di rumah. Dimana ada ibu, ada bapak yang selalu bangunin gue saat subuh atau maksimal jam setengah 6 untuk bangun pagi. Dan setiap pulang kampung tidur gue mulai teratur lagi, jam 11 malam udah ngantuk dan jam setengah 6 sudah lari pagi.

Sayangnya, kapan balik ke kosan lagi. Rutinitas sehat itu hilang lagi, dan gue kembali lagi seperti semula.

Gue menyadari banget apa yang gue lakukan itu benar-benar buang waktu dan cenderung kurang bermanfaat. Karena itu gue pengen merubahnya. Karena ini sebenarnya memang tidak sehat. Sebaik-baiknya ide yang muncul di malam hari, sebriliannya gue mengerjakan apapun di malam hari tidak akan pernah sebanding dengan apa yang bisa gue kerjaan di hari normal lainnya.

Mungkin, dengan tidak tidur dimalam hari akan gue tetap pakai kalau memang gue butuh ketenangan dalam mengerjakan sesuatu. Bukan sebagai kebiasaan. Terlebih lagi gue selalu melewatan banyak subuh yang Allah beri di waktu pagi, di saat malaikat lagi banyak-banyakannya , di saat doa-doa lagi banyak di dengarnya, dan gue melewatkan itu. Itu yang sebenarnya semakin membuat gue sedih.

Ayo semangat untuk berubah. Yeah !

Semoga tidak ada kawan-kawan yang mengalami hal yang serupa seperti gue. Beruntunglah bagi kalian yang bisa tidur tepat waktu, bangun juga tepat waktu. Di saat macam ini sih kangen moment-momnet jaman SD yang disuruh tidur jam 9 malam gegara udah gak ada channel tv lagi yang bagus buat di tonton. Itu pun kita masih ngambek dulu di suruh tidur. Hahahah

ngantuk itu alamiah kok, sebagai tanda tubuh kita memang butuh di recharge biar bisa ON lagi ,  gak usah takut dibilang cemen karena masih sore udah ngantuk. Sesungguhnya gue malah iri dengan orang-orang semacam itu.

nb: maafkan yah untuk tulisan gue yang ngalor-ngidul. Sekarang udah hitungan menit menjelang subuh. Kepala gue udah mulai sempoyongan -.-“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s