Mengukir Cerita di Girijagabaya – Lebak, Banten (Feat Yayasan Filantropi Indonesia) #PART 1

DSC00382

-You never realize how boring your life is until someone asks what you like to do-

Deru laju kereta terdengar nyaring di telinga, puluhan pasang mata saling menatap dalam diam, berpura-pura tidak saling memandang padahal ingin saling menyapa. Barisan kursi plastik memaksa untuk tetap duduk tegak, sedangkan badan ini rasanya ingin bersandar dengan mata terpejam. Sore itu (3/6/2016), Aku bersama 23 relawan dari indorelawan.org lainnya sedang dalam perjalanan di dalam kereta ekonomi, dari Pondok Ranji menuju Rangkas Bitung.

This is really good experience” gumamku dalam hati setelah mengakhiri beberapa percakapan dengan teman-teman baru.

Selalu menyenangkan bertemu teman dengan berbagai berbagai latar belakang yang berbeda. Bertemu teman baru selalu bisa menjadi cerminan dan tamparan diri sendiri “how is your life’s going so far ? Kemana aja lo selama ini ? Orang-orang sudah kemana-mana dan berbuat banyak dan lo cuma gini-gini aja. And finally you realize that your life is so suck ” Rasanya ingin menyumpahi diri sendiri. Tetapi, kadang sesuatu yang membuat kita sering lupa, cerita hidup kita yang terasa menyedihkan bisa sangat menarik untuk orang lain dengarkan. We all have our own way of living.  Ada berbagai cerita yang dibagi, ada cerita yang tertahan tak terucap, ada juga celetukan tawa tak tertahankan. Sore itu menjadi awal cerita perjalanan kami untuk mengukir cerita yang baru. Bersama.

Kecamatan Muncang, Lebak- Banten.

Perjalanan dari Jakarta menuju Kecamatan Muncang, Lebak, Banten memakan waktu sekitar tiga jam dari pusat ibu kota Jakarta. Tidak terlalu jauh terlihatnya. Tapi tidak dengan kenyataannya. Bukan hal yang mengherankan lagi jika perjalanan terasa begitu sangat lama. Senja sudah menyambut kami setelah turun dari kereta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menaikin mobil elf klasik khas Rangkasbitung menuju Muncang setelah sebelumnya makan malam bersama di alun-alun kota.  Yah, Banten memang terkenal sebagai daerah yang cukup panas walaupun terlihat banyak bukit-bukit. Daerah berupa perkebunan dan persawahan dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok dan kurang mulus.

Pusat pemerintahan kabupaten Lebak berada di Kecamatan Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Dan salah satunya adalah kecamatan Muncang.

INSPIRE ACTION DAY

Kami datang melalui program yang di gagas oleh  Yayasan Filantropi Indonesia , program Inspire Action Day (IAD) bertujuan untuk melibatkan 23 relawan inspirator terpilih untuk berkontribusi dan berkolaborasi secara aktif bersama masyarakat dalam upaya mendukung pendidikan di Desa Girijagabaya Kebupaten Lebak, Banten. Kegiatan berupa Kelas Inspirasi bersama anak-anak dari tiga sekolah dasar di desa tersebut. Harapan besar dari dilaksanakannya program IAD ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan inspirasi anak-anak dalam mengembangkan mimpi dan cita-cita mereka.

Pagi itu (4/6/2016), Kami para relawan dengan beberapa panitia bersiap untuk berbagi inspirasi bersama adik-adik. Setelan abu-abu bertuliskan VOLUNTEER  terpampang jelas di muka kaos yang kami kenakan, terlihat seperti pasukan paskibra yang sedang mau ditraining yah he.. he..  Setelah menyantap sarapan bersama, kami bergegas menuju desa Girijagabaya dengan menggunakan mobil pickup. Yah, akses jalan menuju MI Mathla’ul Anwar lokasi kelas inspirasi lumayan sulit walaupun sebenarnya tidak terlalu jauh. Kondisi jalan dengan batu-batuan besar memaksa kami semua untuk saling berpegangan erat dan sesekali harus turun dan mendorong mobil karena  tidak cukup kuat untuk melintasi medan jalan. Epic broh !

One of little shocked moment banget ketika kami sampai di MI Mathlaul’Anwar, aku pernah beberapa kali mengunjungi sekolah di desa, tapi kok yaah gak sebegini gini amat. Kondisi sekolah MI Mathlaul’ Anwar terlihat (maaf) menyedihkan. Hanya memiliki dua ruang kelas utama dan sebuah saung untuk kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas yang tidak terlalu besar, dengan kondisi atap yang mulai bolong dan lantai keramik yang mulai pecah, toilet yang tidak layak pakai dan kondisi lainnya yang tidak kalah mengejutkan. Saung terbuka tempat kita beristirahat ternyata adalah sebuah ruang kelas untuk siswa kelas 1 dan 2. Kalau tema sekolah ini konsep sekolah alam yang seperti di kota besar mungkin tidak masalah. Tapi sayangnya realitas inilah yang harus mereka hadapi setiap hari. Bagaimana mereka bisa belajar dalam kondisi seperti ini?  Belum lagi kalau musim hujan datang, kondisi bisa dipastikan bisa jadi lebih parah. Ditambah lagi sekolah ini hanya di ajar oleh segelintir guru saja. Ada rasa miris di dalam hati sana, sebegitu dunia pendidikan di negeri ini ?

DSCN2022

DSCN2021

DSCN2033

Program IAD dilaksanakan berbarengan dengan acara perpisahan murid kelas 6 dan kenaikan kelas untuk murid lainnya. Pukul 09.00 pagi, para murid mulai berdatangan bersama para orangtua. Terlihat raut wajah bersemangat dari mereka karena ternyata acara ini pertama kali dilaksanakan. Kami berbaur dengan para murid-murid yang sudah berjajar rapi untuk sekedar saling kenal dan bertegur sapa. Ada yang sedikit malu-malu, ada juga yang langsung antusias melihat kedatangan kami.

DSCN2027.JPG

DSC00363

DSC00271

DSC00307

Acara dimulai dengan berbagai sambutan, performance dari murid-murid MI Mathlaul’Anwar dan Dongeng untuk anak-anak. Salah satu hal yang menarik dari acara ini adalah acara … (lupa namanya). Di satu sesi ini murid-murid maju satu persatu untuk menampilkan kemampuannya melafazkan doa-doa. Dengan perkenalan dalam bahasa sunda

” Nami abdi … anak bapak …badi lafazkeun doa … “

Sontak tawa kami langsung pecah ketika beberapa adik-adik lupa lafaz doa-doa yang ingin ditampilkan atau gaya bicara adik-adik yang memang sangat lucu. Beberapa adik-adik justru menangis di atas panggung ketika disemangati oleh para penonton. Keceriaan kami berbaur menjadi satu bersama para masyarakat Desa Girijagabaya. Hal lainnya yang baru pertama kali kami temui adalah tradisi melempar koin (nyawer) bagi adik-adik yang maju ke atas panggung. Para orangtua akan melemparkan beberapa koin atau uang ribuan langsung ke muka sang anak. Terlihat aneh rasa sih, biasanya  melihat sawer dilakukan kepada penyanyi dangdut tapi ini dilakukan pada anak sendiri atau anak-anak dengan lafaz bacaan doa yang paling bagus dan lantang. Ini hanyalah bentuk tradisi, dimana hasil saweran yang didapat anak-anak dikumpulkan akan diberikan kepada para guru mereka sebagai tanda terimakasih. Salut deh sama warga Desa Girijagabaya !!

Tak jarang juga orangtua ikut naik ke atas panggung untuk melempar uang tepat di kepala anaknya sambil menahan haru air mata. Ada rasa kebanggaan tersirat dari para orangtua melihat anak kesayangannya berani tampil di atas panggung. Sebuah pelajaran berharga buatku sendiri ketika melihatnya, melihat orangtua yang begitu antusias mendukung sang anak apapun kondisinya. Ahhh, langsung keingat semangat dan kerja keras ibu dan bapak di rumah.  Really heartwarming.

DSCN2056

DSCN2062

DSCN2066

DSCN2060

DSC00360

Walaupun acara berbalut dengan kesederhanaan tapi alhamdullilah  lancar hingga akhir. Murid-murid dari SD lainnya pun juga ikut bergabung bersama murid MI Mathlaul’Anwar terlihat puas dan bahagia. Terlebih mereka bisa pulang membawa tas baru hasil donasi para donatur. Alhamdullilah semoga bermanfaat yah adik-adik.

Acara dilanjutkan dengan Kelas Inspirasi, dimana kami para relawan dibagi dalam beberapa kelompok/ grup per kelas dan bertugas untuk membimbing adik adik untuk kami ajak bermain dan berdiskusi bersama. Kelas Inspirasi dimulai dengan menceritakan mimpi atau cita-cita mereka, menjelaskan berbagai profesi yang ada, apa profesi kami, dan menuliskan mimpi untuk ditempelkan di pohon mimpi.

DSC00392

DSC00406

DSC00407

DSC00409

DSC00412

Setiap anak menceritka mimpinya ketika sudah besar nanti. Ada yang ingin menjadi guru, ABRI,  polisi, dokter gigi, bahkan ada satu anak dalam kelompokku yang bercita-cita menjadi kiyai. Namanya Wahyu. Ketika aku tanya kenapa ingin menjadi kiyai ? padahal profesi lainnya bisa lebih menjanjikan. Dan Wahyu hanya menjawab

“Enggak kak, Wahyu cuma pengen ada yang nerusin ngajar ngaji di kampung ini, biar kayak Bapak …. (dia menyebutkan sebuah nama)”

Just it.

Seketika aku merasa mataku terasa pedas dan memerah. Gak kuat nahan air mata. Banyak orang yang jauh-jauh mengejar mimpinya hanya untuk memantaskan dirinya, tapi sangat jarang orang yang mau memantaskan kampungnya. Seorang anak kecil dengan mimpinya yang besar tujuannya yang mulia, sayang sekali kalau cita-citanya harus terkubur dalam-dalam hanya karena faktor keterbatasan. Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk menggapai mimpi. Karena kalau sudah niat pasti selalu akan ada jalannya. Hal itulah yang aku tekankan kepada adik-adik.

Memberikan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan, menanamkan empat nilai moral positif berupa kejujuran, kerja keras, pantang menyerah, dan kemandirian.Serta menyadarkan amat pentingnya sikap menghormati orang tua dan guru adalah tujuan dari program ini. Tapi diluar dari pada itu semua, justru kami yang banyak terinspirasi dari adik- adik Desa Girijagabaya. Adik adik yang pantang menyerah dengan keadaan, adik-adik yang tidak mengenal lelah walau harus berjalan kiloan meter hanya  untuk berangkat sekolah, adik-adik yang tidak pernah bilang malas atau bosan ketika belajar. Adik-adik yang menyadarkan kami semua untuk lebih memahami arti kata bersyukur. Adik-adik yang menampar kami dengan tutur kata yang polos menyiratkan bahwa kami harus lebih memaknai hidup.

Terimakasih adik adik

Terimakasih Desa Girijayabaya

Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi bagi kamu yang membacanya yah ..

-to be continued to part 2-

Advertisements

2 thoughts on “Mengukir Cerita di Girijagabaya – Lebak, Banten (Feat Yayasan Filantropi Indonesia) #PART 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s